Monday, February 27, 2017

Join QuestGpt Dapatkan Dolar Gratis Tiap Hari


QuestGpt adalah salah satu situs PTC yang terpercaya. Anda tidak perlu ragu jika ingin bergabung di situs ini. Situs ini juga merupakan situs PTC yang cukup menyenangkan, karena ada berbagai cara yang bisa Anda lakukan untuk mendapatkan dolar gratis dari QuestGpt.

1. Klik iklan (Paid to Click Ads)
Anda bisa mendapatkan dolar secara cuma-cuma hanya dengan mengklik dan view iklan. Ada tiga jenis iklan yang bisa Anda klik, dan setidaknya untuk member standar, Anda bisa mendapatkan minimal 0,04 USD perhari dengan mengklik 4 QuestGpt Ads. Jika Anda mengupgrade keanggotaan Anda, maka iklan yang Anda dapat juga bisa lebih banyak.

2. Offers
Ada cukup banyak offer di QuestGpt, misalnya Kiwiwall, Offertoro, MinuteStaff, atau Paid to Sign Up. Anda bisa menambah penghasilan dengan menyelesaikan offer yang ada.

3. Revenue Shares
Revenue Shares juga cukup menyenangkan, Anda bisa mendapatkan 6 USD jika membeli 1 Revenue Shares seharga 5 USD dalam waktu 60 hari. Jadi, jika Anda membeli 100 shares seharga 500 USD, Anda akan mendapatkan 600 USD setelah 60 hari. Untung 100 USD, lumayan kan.

4. Quest Grid
Ingin mencoba keberuntungan, coba mainkan quest grid, dengan mengklik grid yang Anda sukai, siapa tahu Anda beruntung mendapat tambahan dolar.

Nah, itu tadi beberapa cara untuk mendapatkan dolar gratis dari QuestGpt. Tapi, seperti situs-situs PTC pada umumnya, QuestGpt juga menjanjikan penghasilan dari Referral.  Anda akan mendapatkan 0,001 USD per klik referral untuk member standar. Nilainya akan meningkat jika Anda mengupgrade member Anda.
Untuk Rental Referral harganya standar saja yaitu 0,2 USD per Referral untuk satu bulan. Dan maksimal RR untuk member standar adalah 200.

Tambah Penghasilan Anda dengan menyewa Rental Referral

Nah, untuk mengoptimalkan penghasilan Anda di QuestGpt, Anda harus mengumpulkan Rental Referral dan Direct Referral sebanyak-banyaknya. Jadi, setiap balance Anda mencukupi untuk membeli RR, segeralah untuk membeli RR. Setiap 1 minggu setidaknya Anda sudah bisa membeli 3 RR seharga 0,6 USD. Dan Anda harus mengaktifkan fitur Autopay dan selalu mengisi purchase balance Anda setiap hari agar RR Anda yang aktif tidak hilang.
Jika Anda member standar dan memiliki 200 RR, maka setidaknya dalam satu hari Anda bisa mendapatkan 1,4 USD (Jika AVG RR Anda rata-rata 7).
JIka Anda ingin menambah jumlah RR, maka Anda harus mengupgrade member Anda, sehingga RR Anda akan bisa lebih banyak dan dolar yang didapat dari setiap klik RR juga akan lebih besar. Tentunya dolar yang bisa Anda dapatkan tiap harinya juga akan lebih banyak.


Nah, jangan ragu lagi, ayo gabung dengan QuestGpt dan dapatkan dolar setiap hari.

Silakan klik banner di bawah untuk bergabung secara Gratis!!! 

Good Luck, Happy Earning!!!

Sunday, February 26, 2017

Makalah Sejarah Dakwah Nabi Muhammad SAW


MAKALAH
SEJARAH DAKWAH NABI MUHAMMAD SAW


BAB I
PENDAHULUAN

A.      LATAR BELAKANG
            Manusia diciptakan oleh Allah subhanahu wata’ala bukan untuk main-main saja. Namun lebih dari itu yakni untuk beribadah kepada Allah subhanahu wata’ala. Allah tidaklah menciptakan melainkan bertanggung jawab terhadap ciptaannya dengan mengutus seorang Rasul di tengah kaum yang jahil.
            Allah subhanahu wata’ala mengutus Rasul-Nya untuk menyeru kepada kaumnya agar mentauhidkan Allah subhanahu wata’ala saja. Dan Allah subhanahu wata’ala meridhai Islam sebagai Diin yang menjadi rahmat bagi semesta alam melalui utusan-Nya Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Telah dijadikan-Nya pada diri Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam uswatun hasanah.
            Pada makalah ini, pemakalah akan memaparkan tentang sejarah Nabi Muhammad agar kita bisa mengambil hikmah dari kisah beliau. In sya Allah.

B.       RUMUSAN MASALAH
1. Apa pengertian Sejarah dan Nabi ?
2. Bagaimana Dalil pentingnya mempelajari Sejarah dari Al-Qur’an ?
3. Bagaimana Sejarah Nabi Muhammad?


BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Sejarah dan Nabi
            Sejarah adalah sebuah asal-usul (keturunan) silsilah atau kejadian dan peristiwa yang benar-benar terjadi pada masa lampau[1].
Sedangkan Nabi adalah seorang yang diberi wahyu oleh Allah subhanahu wata’ala untuk melanjutkan syari’at yang diemban oleh Rasul sebelumnya[2].

B. Dalil Pentingnya Mempelajari Sejarah dari Al-Qur’an dan Al-Hadits
            a. Dalil dari Al-Qur’an
              يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ
              قُلْ سِيرُوا فِي الأرْضِ فَانْظُرُوا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الَّذِينَ مِنْ قَبْلُ كَانَ أَكْثَرُهُمْ مُشْرِكِينَ
             Artinya : Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.(Al-Hasyr: 18)
                 Ayat di atas menunjukkan pentingnya sejarah yang telah lalu untuk ditelaah kembali sebagai i’tibar, seperti yang dikatakan Umar bin Khattab Radhiyallahu ‘anhu : Hisablah dirimu sendiri sebelum engkau dihisab.

             قُلْ سِيرُوا فِي الأرْضِ فَانْظُرُوا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الَّذِينَ مِنْ قَبْلُ كَانَ أَكْثَرُهُمْ مُشْرِكِينَ
          Artinya : Katakanlah: "Adakan perjalanan di muka bumi dan perhatikanlah  bagaimana kesudahan orang-orang yang dahulu. Kebanyakan dari mereka itu adalah orang-orang yang mempersekutukan (Allah)". (Ar-Ruum: 42)
          Ayat di atas merupakan perintah agar memperhatikan sejarah orang-orang terdahulu yang kebanyakan ditimpa adzab oleh Allah dikarenakan kemusyrikan mereka. Allah memerintahkan hal tersebut agar manusia mau mengambil pelajaran darinya dan agar takut kepada Allah.


C. Sejarah Nabi Muhammad
a. Nasab Kelahiran Nabi Muhammad
            Nasabnya ialah Muhammad bin Abdullah bin Abdul Muththalib ( namanya Syaibatu al- Hamid) bin Hisyam bin Abdi Manaf ( namanya al-Mughirah) bin Quraisy ( namanya Zaid) bin Kilab bin Murrah bin Ka’ab bin Lu’ay bin Khuzaimah bin Mudrikah bin Ilyas bin Mudhar bin Nazar bin Mu’iddu bin Adnan.
Itulah nasab Rasulullah saw yang telah disepakati. Selebihnya dari yang telah disebutkan di atas masih diperselisihkan. Tetapi hal yang sudah tidak diperselisihkan lagi ialah, bahwa Adnan termasuk anak Isma’il bin Ibrahim. Dan bahwa Allah telah memilihnya ( Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam) dari kabilah yang paling bersih, keturunan yang paling suci dan utama. Tak sedikitpun dari karat-karat jahiliyah yang menyusup ke dalam nasabnya.
Muslim meriwayatkan dengan sanadnya dari Rasulullah saw, beliau bersabda : “Sesungguhnya Allah telah memilih Kinanah dari anak Isma’il dan memilih Quraisy dari Kinanah, kemudian memilih Hasyim dari Quraisy dan memilihku dari Bani Hasyim.“[3]

b. Masa Kelahiran dan Pertumbuhan Nabi Muhammad
            Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam dilahirkan pada hari Senin pagi, 9 Rabi’ul Awwal, tahun gajah. Bertepatan dengan tanggal 20 atau 22 April 571 M.
Beliau dilahirkan dari Suku Quraisy, yaitu Suku yang paling terhormat di Jazirah Arab. Dari suku Quraisy itu, beliau berasal dari Bani Hasyim, anak Suku yang juga paling terhormat di dalam Suku Quraisy.
            Rasulullah dilahirkan dalam keadaan yatim. Ayah beliau meninggal ketika beliau masih berada di dalam kandungan dalam usia 2 bulan.
Setelah melahirkan, Ibu beliau segera membawanya kepada kakeknya Abdul Muttholib, lalu kakeknya membawanya ke Ka’bah. Dia berdo’a kepada Allah dan bersyukur kepada-Nya. Lalu beliau diberi nama “Muhammad”, nama yang belum dikenal pada masyarakat Arab Masa itu. Lalu pada hari ketujuh pasca kelahirannya Muhammad dikhitan.
            Setelah itu beliau disusukan kepada Halimah binti Abi Dzu’aib dari Suku Sa’ad bin Bakr yang kemudian dikenal dengan nama Halimah Assa’diyyah.
Muhammad disusui oleh Halimah selama 5 tahun di perkampungan Bani Sa’ad.
 Pada usia itu pula, beliau mengalami peristiwa pembelahan dada (Syaqqus Shadr). Suatu hari ketika beliau tengah bermain bersama teman-temannya, tiba-tiba Malaikat Jibril menghampiri dan menyergap beliau. Lalu beliau dibaringkan, kemudian dadanya dibelah , lalu hatinya dimbil selanjutnya dikeluarkan segumpal darah darinya, seraya berkata : “Inilah bagian setan yang ada padamu”.
Kemudian hati tersebut dicuci dibejana emas dengan air zam-zam, setelah itu dikembalikan ke tempat semula.
Sementara itu teman-temannya melaporkan kejadian itu kepada Halimah seraya berkata : “ Muhammad dibunuh... Muhammad dibunuh”. Maka mereka bergegas menghampiri tempat Muhammad, mereka mendapatinya dalam keadaan pucat pasi.
Setelah itu Halimah sangat khawatir dan kemudian mengembalikan beliau kepada ibunya.
            Pada usianya yang ke-6 Muhammad diajak ibunya untuk berziarah ke makam ayahnya, namun di tengah perjalannya tepat di kampung Abwa’ ibu beliau meninggal karena sakit. Kemudian setelah meninggalnya Ibu beliau, Muhammad diasuh oleh  kakeknya Abdul Muththalib. Namun dalam usia beliau yang ke-8, kakeknya meninggal. Sebelum kakeknya wafat, kakeknya sempat berpesan agar Muhammad diasuh oleh pamannya, Abu Thalib. Beliau diasuh oleh pamannya hingga dewasa. Dan beliau juga sering diajak untuk berdagang oleh pamannya, hingga beliaupun mengenal Siti Khadijah. Kepribadian Muhammad yang mulia menjadikan Khadijah kagum dan akhirnya Khadijah menginginkan dirinya dinikahi oleh Muhammad. Dan Khadijah menceritakan keinginannya itu kepada sahabatnya Nafisah binti Mani’ah dan segera Nafisah menyampaikan keinginan tersebut kepada Muhammad, memohon agar beliau menikahi Khadijah. Akhirnya Muhammad setuju, segera diberitahukan paman-pamannya dan akhirnya pamannya datang kepada paman Khadijah untuk melamarnya untuk Muhammad.

c. Pengangkatan Muhammad Menjadi Rasul
            Ketika usia Muhammad mendekati sekitar 40 tahun, beliau lebih suka menyendiri dan menjauh dari kesyirikan-kesyirikan yang ada di Mekkah. Beliau suka menyendiri di Gua Hira’ sekitar 2 mil dari Mekkah.
Pada hari Senin, 21 Ramadhan, tepat saat beliau berusia 40 tahun dalam hitungan hijriah datanglah Malaikat Jibril. Beliau dipeluk 3 kali, setiap kali memeluk Muhammad, dia berkata “bacalah”, setiap kali itu pula Muhammad menjawab : ”aku tidak bisa membaca”.
Saat itu Muhammad sangat takut dan panik.
Setelah itu Jibril membacakan QS. Al-Alaq : 1-5
اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَ خَلَقَ الإنْسَانَ مِنْ عَلَقٍ اقْرَأْ وَرَبُّكَ الأكْرَم
الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَم عَلَّمَ الإنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ
Artinya : Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah, Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.
Kemudian Jibril meninggalkan beliau. Sejak saat itulah Muhammad diangkat menjadi seorang Nabi.
Lantas Nabi Muhammad pulang ke rumah dalam keadaan gemetar dan ketakutan. Lalu menceritakan kejadian tersebut kepada Khadijah dan berkata :”selimuti aku.... selimuti aku”
Pada saat itulah wahyu yang kedua diturunka yakni QS. Al-Muddatsir : 1-7
يَا أَيُّهَا الْمُدَّثِّرُ قُمْ فَأَنْذِرْ وَرَبَّكَ فَكَبِّرْ وَثِيَابَكَ فَطَهِّرْ وَالرُّجْزَ فَاهْجُرْ وَلا تَمْنُنْ تَسْتَكْثِرُ وَلِرَبِّكَ فَاصْبِر
Artinya :” Hai orang yang berkemul (berselimut), bangunlah, lalu berilah peringatan! dan Tuhanmu agungkanlah, dan pakaianmu bersihkanlah, dan perbuatan dosa (menyembah berhala) tinggalkanlah, dan janganlah kamu memberi (dengan maksud) memperoleh (balasan) yang lebih banyak. Dan untuk (memenuhi perintah) Tuhanmu, bersabarlah.
Dengan turunnya ayat ini, jelaslah bahwa Rasulullaah diutus untuk menyeru kepada kaumnya untuk mengagungkan Rabbnya dengan tunduk patuh kepada-Nya.

d. Perjuangan Dakwah
            1. Dakwah di Mekkah
        Pada awal-awal dakwah beliau memulainya dengan dakwah sirriyah atau sembunyi-sembunyi, dan mad’u beliau yang pertama adalah keluarga dan sahabat beliau. Usaha dakwah itu membuahkan hasil, terkumpul sejumlah orang yang menyatakan diri masuk Islam. Dan kelompok itu biasa sisebut dengan As-sabiiqunal Awwaluun (Generasi pertama yang menerima Islam).
        Yang pertama adalah isteri beliau, Khadijah binti Khuwailid lalu budak beliau  Zaid bin Haritsah lalu sepupunya Ali bin Abi Thalib kemudian sahabat dekatnya Abu Bakar Ash-Siddiq.
Namun lama kelamaan masyarakat mulai mengetahi dakwah Rasulullah, mulai saat itulah mereka lebih mengawasi gerak-gerik beliau.
Kemudian turunlah wahyu Allah yakni QS. Asy-Syu’ara : 214
وَأَنْذِرْ عَشِيرَتَكَ الأقْرَبِينَ
Artinya : “dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat.”
Sejak saat itulah beliau mengumpulkan kerabat-kerabatnya dari Bani Hasyim namun tidak ada respon positif dari mereka kecuali dari pamannya Abu Thalib. Abu Thalib bersedia melindunginya namun tidak mau meninggalkan agama nenek moyangnya.
Semakin hari permusuhan masyarakat tampak nyata terhadap Rasulullah. Berbagai hinaan , serta penyiksaan fisik dilakukan kepada beliau. Hingga akhirnya diputuskanlah untuk hijrah ke Habasyah (Ethiopia).
Pada bulan Rajab tahun ke-5 kenabian, hijrahlah rombongan pertama dari kalangan para sahabat ke Habasyah. Mereka terdiri dari 12 orang laki-laki dan 4 orang wanita yang dipim[in oleh Utsman bin ‘Affan dan didampingi oleh isterinya Ruqayyah binti Rasulullah. Kemudian disusul oleh rombongan kedua yakni 83 orang laki-laki dan 19 orang wanita menuju Habasyah. Disana orang-orang muslim mendapatkan perlindungan dari raja Najasyi.
Namun kafir Quraisy gusar mengetahui bahwa orang-orang muslim dilindungi oleh raja Najasyi, kemudian mereka mengutus dua pemuda yang cerdas untuk membujuk raja Najasyi agar memulangkan orang-orang muslim kembali ke kampung halamnnya. Mereka itu adalah ‘Amr bin ‘Ash dan Abdullah bin Rabi’ah (Sebelum masuk islam). Namun usaha kafirin gagal total berkat kepiawaian dari Ja’far bin Abi Thalib dan kebijaksanaan raja Najasyi (bi idznillah).
        Pada tahun ke-10 kenabian Rasulullah mengalami tahun yang berat, yakni Abu Thalib meninggal dan yang lebih menyedihkan adalah bahwa Abu Thalib meninggal dalam keadaan kafir. Kematian Abu Thalib dilanjutkan dengan wafatnya isterinya Ummul Mukminin Khadijah binti Khuwailid. Dua orang yang senantiasa melindunginya kini telah tiada. Rasulullah mencoba hijrah ke Thaif berharap disana Islam diterima dengan baik, namun ternyata justru sebaliknya disana ditolak dengan mentah-mentah. Pada tahun yang sama di bulan Syawal, Rasulullah menikahi Saudah bin Zumah. Awalnya Saudah adalah isteri dari Sakran bin Amr yang dahulu ikut hijrah ke Habasyah, namun suaminya meninggal disana.
        Pada musim haji tahun ke-11 kenabian, Rasulullah mendakwahkan Islam kepada rombongan-rombongan haji. Meskipun tidak ada respon yang signifikan, namun Rasulullah berhasil mendakwahkan Islam kepada 6 pemuda dari Madinah yang berasal dari suku Khazraj. Mereka adalah :
1. Asad bin Zurarah
2. Auf bin Al-Harits bin Rifaah, Ibnu ‘Afra
3. Rafi’ bin Malik bin ‘Ajlan
4.Quthbah bin ‘Amir bin Hadidah
5. ‘Uqbah bin ‘Amir bin Naby
6. Jabir bin Abdullah bin Ri’ab

Dan itulah Baiat Aqobah yang pertama.
Pada tahun yang sama di bulan Syawal, Rasulullah menikahi ‘Aisyah bi Abu Bakar saat ia berusia 6 tahun, namun baru dicampuri di Madinah pada bulan Syawal tahun ke-1 Hijriah ketika Aisyah berusia 9 tahun.
        Pada musim haji tahun ke-13 kenabian, rombongan orang yang berhaji dari Madinah yang berjumlah 73 orang laki-laki, dan 2 orang perempuan melakukan Bai’at Aqobah yang kedua.
2. Dakwah di Madinah
Setelah ba’at Aqobah yang kedua, muslimin hijrah ke Madinah dengan sembunyi-sembunyi. Hingga selang 2 bulan tidak ada muslimin yang tersisa kecuali Rasulullah, Abu Bakr as-shiddiq dan Ali bin Abi Thalib serta muslimin yang ditahan musyrikin.
Rasulullah keluar dari rumahnya pada malam 27 Shafar tahun ke-14 kenabian, kemudian beliau mendatangi Abu Bakar Ash-Shiddiq dan mereka lekas pergi menuju Madinah. Mereka berdua berjalan menuju Gua Tsur dan menetap disana selama 3 malam untuk menghindari pengejaran kafir Quraisy.
Pada hari Senin tanggal 8 Rabi’ul Awwal tahun ke-14 kenabian atau pada tahun 1 Hijriah, Rasulullaah shallallahu ‘alaihi wasallam singgah di Quba’. Disana beliau singgah 4 hari dan membangun masjid Quba’.
Pada hari Jum’at Rasulullah melanjutkan perjalanannya menuju Madinah dan sesampainya disana beliau mengganti nama awalnya (Yatsrib) menjadi Madinatur Rasul dan lebih dikenal dengan nama Madinah. Disana, beliau disambut dengan suka cita penduduk Madinah. Mereka berebut untuk menjamu Rasulullah, namun beliau mengisyaratkan agar unta tunggangan beliau yang memilih tempat untuk disinggahi. Lalu unta tersebut berhenti di dekat rumah Abu Ayub, maka Rasulullah tinggal disana.
Komposisi penduduk Madinah adalah kaum muslimin, kaum musyrikin dan kaum Yahudi.
Langkah pertama Rasulullah di Madinah adalah membangun masjid Nabawi di tempat berhentinya Unta Rasulullah. Langkah selanjutnya adalah mempersaudarakan kaum Muhajirin dengan Kaum Anshor.
Perjuangan Islam setelah itu dipenuhi dengan ujian, mulai dari perang ataupun yang lainnya. Dan ujian terberat bagi kaum muslim saat itu adalah wafatnya Rasulullah. Beliau wafat pada hari Senin 12 Rabi’ul Awwal 11 Hijriah, tepat pad a usia 63 tahun lebih 4 hari.
  

BAB III
PENUTUP
           
 Demikian makalah yang saya buat, semoga dapat diambil manfaatnya. Tentu saja makalah ini jauh dari sempurna karena kealpaan adalah mutlak sifat manusia. Apabila ada kesalahan dalam penulisan ataupun penyampaian materi, saya sebagai penulis mohon maaf sebesar-besarnya.



DAFTAR PUSTAKA

[1] Kamus Besar Bahasa Indonesia
[2] Wikipedia.org/pengertian-nabi/
[3] Sirah Nabawi Al-Buthy Jilid 1 hal. 16

DOWNLOAD MAKALAHNYA DISINI

Makalah Sejarah Kerajaan Majapahit

MAKALAH SEJARAH
KERAJAAN MAJAPAHIT

BAB I
PENDAHULUAN

A.      Latar Belakang
Kerajaan bercorak Hindu yang terakhir dan terbesar di pulau Jawa adalah Majapahit. Menurut cerita, nama kerajaan ini berasal dari buah maja yang rasanya pahit. Ketika orang-orang Madura bersama Raden Wijaya membuka hutan di Desa Tarik, mereka menemukan sebuah pohon maja yang berbuah pahit. Padahal, rasa buah itu biasanya manis. Oleh karena itu, mereka menamakan pemukiman yang baru mereka bangun itu sebagai Majapahit.
Kerajaan Majapahit disebut sebagai kerajaan nasional Indonesia yang kedua. Hal tersebut disebabkan oleh upaya yang besar dari kerajaan ini untuk mewujudkan suatu cita-cita yaitu penyatuan Nusantara. Dalam perjalanan Sejarah, upaya integrasi wilayah kepulauan Nusantara memang tidak sepenuhnya berlangsung dengan mulus dan dilakukakan dengan cara Ksatria. Peristiwa bubat yang disusul dengan perpecahan internal di dalam tubuh Majapahit sendiri menyebabkan cita-cita penyatuan tidak sepenuhnya dapat dilakukan. Meskipun demikian pada awalnya, Majapahit merupakan kerajaan yang mempunyai wibawa dan kekuatan yang besar, sehingga kerajaan lain harus berpikir ratusan kali untuk membelot atau memberontak terhadap kekuasaan yang ada.
Ketika Singasari jatuh ke tangan Jayakatwang, Raden Wijaya (menantu Kertanegara) lari ke Madura. Atas bantuan Arya Wiraraja, ia diterima kembali dengan baik oleh Jayakatwang dan diberi sebidang tanah di Tarik (Mojokerto). Ketika tentara Kublai Khan menyerbu Singasari, Raden Wijaya berpura-pura membantu menyerang Jayakatwang. Namun, setelah Jayakatwang dibunuh, Raden Wijaya berbalik menyerang tentara Mongol dan berhasil mengusirnya. Setelah itu, Raden Wijaya mendirikan Kerajaan Majapahit (1293) dan menobatkan dirinya dengan gelar Sri Kertarajasa Jayawardhana.


B.       Rumusan Masalah
1.         Bagaimana keadaan kehidupan politik pemerintahan pada masa Kerajaan  Majapahit?
2.         Bagaimana keadaan kehidupan sosial dan kemasyarakatan pada masa Kerajaan Majapahit?
3.         Bagaimana keadaan ekonomi dan mata pencaharian pada masa Kerajaan Majapahit?
4.         Bagaimana kehidupan religi dan sosial budaya pada masa Kerajaan Majapahit?
5.         Apakah yang menyebabkan runtuhnya Kerajaan Majapahit?

C.      Tujuan.
Tujuan pembuatan makalah ini adalah selain sebagai bahan untuk memperoleh nilai, juga sebagai bahan untuk memberi tambahan pengetahuan kepada pembaca mengenai kehidupan politik, sosial, ekonomi, dan religi pada masa Kerajaan Majapahit.
  


BAB II
PEMBAHASAN

A.  Kehidupan Politik dan Pemerintahan.
1)     Raden Wijaya.
Berdirinya Kerajaan Majapahit sangat berhubungan dengan runtuhnya Kerajaan Singasari. Kerajaan Singasari runtuh setelah salah satu raja vasalnya yaitu Jayakatwang mengadakan pemberontakan. Kerajaan Majapahit didirikan oleh Raden Wijaya yang merupakan menantu dari Raja Singasari terakhir yaitu Kertanegara. Raden Wijaya beserta istri dan pengikutnya dapat meloloskan diri ketika Singasari diserang Jayakatwang. Raden Wijaya meloloskan diri dan pergi ke Madura untuk menemui dan meminta perlindungan Bupati Sumenep dari Madura yaitu Aryawiraraja. Berkat Aryawiraraja juga, Raden Wijaya mendapat pengampunan dari Jayakatwang, bahkan Raden Wijaya sendiri diberi tanah di hutan Tarik dekat Mojokerto yang kemudian daerah itu dijadikan sebagai tempat berdirinya kerajaan Majapahit.
Raden Wijaya kemudian menyusun kekuatan di Majapahit dan mencari saat yang tepat untuk menyerang balik Jayakatwang. Untuk itu, dia mencoba mencari dukungan kekuatan dari raja-raja yang masih setia pada Singasari atau raja yang kurang senang pada Jayakatwang. Kesempatan untuk menghancurkan Jayakatwang akhirnya muncul setelah tentara Mongol mendarat di Jawa untuk menyerang Kertanegara. Keadaan seperti ini dimanfaatkan oleh Raden Wijaya dengan cara memperalat mereka untuk menyerang Jayakatwang. Raden Wijaya bersama-sama dengan pasukan Kubhilai Khan berhasil mengalahkan pasukan Jayakatwang. Begitu pula Jayakatwang berhasil ditangkap dan lalu dibunuh oleh pasukan Kubhilai Khan.
Setelah Jayakatwang terbunuh, lalu Raden Wijaya melakukan serangan balik terhadap pasukan Kubhilai Khan. Raden Wijaya berhasil memukul mundur pasukan Kubhilai Khan, sehingga mereka terpaksa menyelamatkan diri keluar Jawa. Setelah berhasil mengusir pasukan Kubhilai Khan, Raden Wijayadinobatkan menjadi raja Majapahit  pada tahun 1293 M dengan gelar Sri Kertarajasa Jayawardhana.
Sebagai seorang raja yang besar, Raden Wijaya memperistri empat putri Kertanegara sebagai permaisurinya. Dari Tribuana, ia mempunyai seorang putra yang bernama Jayanegara. Sedangkan dari Gayatri, ia mempunyai dua orang putri, yaitu Tribuanatunggadewi dan Rajadewi Maharajasa.
Para pengikut Raden Wijaya yang setia dan berjasa dalam mendirikan kerajaan Majapahit, diberi kedudukan yang tinggi dalam pemerintahan. Tetapi ada saja yang tidak puas dengan kedudukan yang diperolehnya. Hal ini menimbulkan pemberontakan di sana-sini. Pada tahun 1309 M, Raden Wijayameninggal dunia dan didarmakan di Antahpura, dekat  Blitar. Setelah Raden Wijaya meninggal dunia, Kerajaan Majapahit dipimpin oleh Jayanegara dengan gelar Sri Jayanegara.

2)     Jayanegera.
Pada masa pemerintahannya, Jayanegara dirongrong oleh serentetan pemberontakan. Pemberontakan-pemberontakan ini datang dari Ranggalawe (1309), Lembu Sora (1311), Juru Demung dan Gajah Biru (1314),  Nambi (1316), dan Kuti (1320).
Pemberontakan Kuti merupakan pemberontakan yang paling berbahaya karena Kuti berhasil menduduki ibu kota Majapahit, sehingga raja Jayanegara terpaksa melarikan diri ke daerah Badandea. Jayanegara diselamatkan oleh pasukan Bhayangkari di bawah pimpinan Gajah Mada. Berkat ketangkasan dan siasat jitu dari Gajah Mada, pemberontakan Kuti berhasil ditumpas. Sebagai penghargaan atas jasa-jasanya, Gajah Mada diangkat menjadi Patih di Kahuripan pada tahun 1321 M dan Patih di Daha (Kediri).
Pada tahun 1328, Jayanegara tewas dibunuh oleh Tabib Israna Ratanca, ia didharmakan di dalam pura di Sila Petak dan Bubat. Jayanegara tidak mempunyai putra, maka takhta kerajaan digantikan oleh adik perempuannya yang bernama Tribhuanatunggadewi. Ia dinobatkan menjadi raja Majapahit dengan gelar Tribhuanatunggadewi Jaya Wisnu Wardhani.
3)     Tribhuanatunggadewi
Pada masa pemerintahannya, terjadi pemberontakan Sadeng dan Keta pada tahun 1331. Pemberontakan ini dapat dipadamkan oleh Gajah Mada. Sebagai penghargaan atas jasanya, Gajah Mada diangkat menjadi mahapatih di Majapahit oleh Tribhuanatunggadewi.
Di hadapan raja dan para pembesar Majapahit, Gajah Mada mengucapkan sumpah yang terkenal dengan nama Sumpah Palapa. Isi sumpahnya, ia tidak akan Amukti Palapa sebelum ia dapat menundukkan Nusantara, yaitu Gurun, Seran, Panjungpura, Haru, Pahang, Dompo, Bali, Sunda, Palembang, dan Tumasik.
Dalam rangka mewujudkan cita-citanya, Gajah Mada menaklukkan Bali pada tahun 1334, kemudian Kalimantan, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku, Sumatra, dan beberapa daerah di Semenanjung Malaka. Seperti yang tercantum dalam kitab Negarakertagama, wilayah kekuasaan Kerajaan Majapahit sangat luas, yakni meliputi daerah hampir seluas wilayah Republik Indonesia sekarang.
Tribhuanatunggadewi memerintah selama dua puluh dua tahun. Pada tahun 1350, ia mengundurkan diri dari pemerintahan dan digantikan oleh putranya yang bernama Hayam Wuruk. Pada tahun 1350 M, putra mahkota Hayam Wuruk dinobatkan menjadi raja Majapahit dengan gelar Sri Rajasanagara dan ia didampingi oleh Mahapatih Gajah Mada.

4)     Hayam Wuruk
Kerajaan Majapahit mencapai puncak kejayaannya pada masa pemerintahan Hayam Wuruk. Wilayah kekuasaan Majapahit meliputi seluruh Nusantara. Pada saat itulah cita-cita Gajah Mada dengan Sumpah Palapa berhasil diwujudkan.
Usaha Gajah Mada dalam melaksanakan politiknya, berakhir pada tahun 1357 dengan terjadinya peristiwa di Bubat, yaitu perang antara Pajajaran dengan Majapahit. Pada waktu itu, Hayam Wurukbermaksud untuk menikahi putri Dyah Pitaloka. Sebelum putri Dyah Pitaloka dan ayahnya beserta para pembesar Kerajaan Pajajaran sampai di Majapahit, mereka beristirahat di lapangan Bubat. Di sana terjadi perselisihan antara Gajah Mada yang menghendaki agar putri itu dipersembahkan oleh raja Pajajaran kepada raja Majapahit. Para pembesar Kerajaan Pajajaran tidak setuju, akhirnya terjadilah peperangan di Bubat yang menyebabkan semua rombongan Kerajaan Pajajaran gugur.
Pada tahun 1364 M, Gajah Mada meninggal dunia. Hal itu merupakan kehilangan yang sangat besar bagi Majapahit. Kemudian pada tahun 1389 Raja Hayam Wuruk meninggal dunia. Hal ini menjadi salah satu penyebab surutnya kebesaran Kerajaan Majapahit di samping terjadinya pertentangan yang berkembang menjadi perang saudara.
Setelah Hayam Wuruk meninggal, takhta Kerajaan Majapahit diduduki oleh Wikramawardhana. Ia adalah menantu Hayam Wuruk yang menikah dengan putrinya yang bernama Kusumawardhani. Ia memerintah Kerajaan Majapahit selama dua belas tahun.
Pada tahun 1429 M, Wikramawardhana meninggal dunia. Selanjutnya raja-raja yang memerintah Majapahit setelah Wikramawardhana adalah:
1.      Suhita (1429 M 1447 M), putri Wikramawardhana;
2.      Kertawijaya (1448 M 1451 M), adik Suhita;
3.      Sri Rajasawardhana (1451 M 1453 M);
4.      Girindrawardhana (1456 M 1466 M), anak dari Kertawijaya;
5.      Sri Singhawikramawardhana (1466 M 1474 M);
6.      Girindrawardhana Dyah Ranawijaya.
Runtuhnya Kerajaan Majapahit pada tahun 1400 Saka (1478 M) dijelaskan dalam Chandra Sengkala yang berbunyi, “Sirna ilang Kertaning-Bhumi” dengan adanya peristiwa perang saudara antara Dyah Ranawijaya dengan Bhre Kahuripan. Selain itu, keruntuhan Majapahit disebabkan karena serangan dari Kerajaan Islam Demak.

B.        Sumber-sumber sejarah adanya kerajaan Majapahit
Keberadaan Kerajaan Majapahit dapat diketahui dari adanya beberapa sumber yaitu  :
a.       Prasasti Butak yang memberi informasi keruntuhan Kerajaan Singosari dan Perjuangan Raden Wijaya dalam mendirikan Majapahit.
b.      Kidung Narsuwijaya dan Kidung Panji Wijaya Krama yang memberi informasi mengenai perjuangan Raden Wijaya dalam menghadapi Kediri.
c.       Kitab Pararaton yang member informasi riwayat raja-raja dalam pemerintahan Kerajaan Singosari dan Majapahit.
d.      Kitab Negarakertagama yang mengisahkan keadaan Majapahit pada masa pemerintahan Hayam Wuruk.
e.       Berbagai peninggalan berupa candi dan arca di istana Trowulan.

C.     Kehidupan Sosial dan Kemasyarakatan.
Pola tata masyarakat Majapahit dibedakan atas lapisan-lapisan masyarakat yang perbedaannya lebih bersifat statis. Walaupun di Majapahit terdapat empat kasta seperti di India, yang lebih dikenal dengan catur warna, tetapi hanya bersifat teoritis dalam literatur istana.
 Pola ini dibedakan atas empat golongan masyarakat, yaitu brahmana, ksatria, waisya, dan sudra. Namun terdapat pula golongan yang berada di luar lapisan ini, yaitu Candala, Mleccha, dan Tuccha, yang merupakan golongan terbawah dari lapisan masyarakat Majapahit.
Brahmana (kaum pendeta) mempunyai kewajiban menjalankan enam dharma, yaitu: mengajar; belajar; melakukan persajian untuk diri sendiri dan orang lain; membagi dan menerima derma (sedekah) untuk mencapai kesempurnaan hidup; dan bersatu dengan Brahman (Tuhan). Mereka juga mempunyai pengaruh di dalam pemerintahan, yang berada pada bidang keagamaan dan dikepalai oleh dua orang pendeta tinggi, yaitu pendeta dari agama Siwa (Saiwadharmadhyaksa) dan agama Buddha (Buddhadarmadyaksa). Saiwadyaksa mengepalai tempat suci (pahyangan) dan tempat pemukiman empu (kalagyan). Buddhadyaksa mengepalai tempat sembahyang (kuti) dan bihara (wihara). Menteri berhaji mengepalai para ulama (karesyan) dan para pertapa (tapaswi).
Semua rohaniawan menghambakan hidupnya kepada raja yang disebut sebagai wikuhaji. Para rohaniawan biasanya tinggal di sekitar bangunan agama, yaitu: mandala, dharma, sima, wihara, dan sebagainya.
Kaum Ksatria merupakan keturunan dari pewaris tahta (raja) kerajaan terdahulu, yang mempunyai tugas memerintah tampuk pemerintahan. Keluarga raja dapat dikatakan merupakan keturunan dari kerajaan Singasari-Majapahit yang dapat dilihat dari silsilah keluarganya dan keluarga-keluarga kerabat raja tersebar ke seluruh pelosok negeri, karena mereka melakukan sistem poligami secara meluas yang disebut sebagai wargahaji atau sakaparek. Semua anggota keluarga raja masing-masing diberi nama atas gelar, umur, dan fungsi mereka di dalam masyarakat. Pemberian nama pribadi dan nama gelar terhadap para putri dan putra raja didasarkan atas nama daerah kerajaan yang akan mereka kuasai sebagai wakil raja.
Waisya merupakan masyarakat yang menekuni bidang pertanian dan perdagangan. Mereka bekerja sebagai pedagang, peminjam uang, penggara sawah, dan beternak.
Kemudian kasta yang paling rendah dalam catur warna adalah kaum sudra yang mempunyai kewajiban untuk mengabdi kepada kasta yang lebih tinggi, terutama pada golongan brahmana.
Golongan terbawah yang tidak termasuk dalam catur warna dan sering disebut sebagai pancama (warna kelima), yaitu:
1.      Candala merupakan anak dari perkawinan campuran antara laki-laki (golongan sudra) dengan wanita (dari ketiga golongan lainnya: brahmana, waisya, dan waisya). Sehingga sang anak mempunyai status yang lebih rendah dari ayahnya.
2.      Mleccha adalah semua bangsa di luar Arya tanpa memandang bahasa dan warna kulit, yaitu para pedagang-pedagang asing (Cina, India, Champa, Siam, dll.) yang tidak menganut agama Hindu.
3.      Tuccha ialah golongan yang merugikan masyarakat, salah satu contohnya adalah para penjahat. Ketika mereka diketahui melakukan tatayi, maka raja dapat menjatuhi hukuman mati kepada pelakunya. Perbuatan tatayi adalah membakar rumah orang, meracuni sesama, mananung, mengamuk, merusak, dan memfitnah kehormatan perempuan.

Dari aspek kedudukan dalam masyarakat Majapahit, wanita mempunyai status yang lebih rendah dari para lelaki. Hal ini terlihat pada kewajiban mereka untuk melayani dan menyenangkan hati para suami mereka saja. Wanita tidak boleh ikut campur dalam urusan apapun, selain mengurusi dapur rumah tangga mereka. Dalam undang-undang Majapahit pun para wanita yang sudah menikah tidak boleh bercakap-cakap dengan lelaki lain, dan sebaliknya. Hal ini bertujuan untuk menghindari pergaulan bebas antara kaum pria dan wanita.


D.     Ekonomi dan Mata Pencaharian.
Majapahit merupakan negara agraris dan juga sebagai negara maritim. Kedudukan sebagai negara agraris tampak dari letaknya di pedalaman dan dekat aliran sungai. Kedudukan sebagai negara maritim tampak dari kesanggupan angkatan laut kerajaan itu untuk menanamkan pengaruh Majapahit di seluruh nusantara. Dengan demikian, kehidupan ekonomi masyarakat Majapahit menitikberatkan pada bidang pertanian dan pelayaran.
Udara di Jawa panas sepanjang tahun. Panen padi terjadi dua kali dalam setahun, butir berasnya amat halus. Terdapat pula wijen putih, kacang hijau, rempah-rempah, dan lain-lain kecuali gandum. Buah-buahan banyak jenisnya, antara lain pisang, kelapa, delima, pepaya, durian, manggis, langsa, dan semangka. Sayur mayur berlimpah macamnya. Jenis binatang juga banyak.
Untuk membantu pengairan pertanian yang teratur, pemerintah Majapahit membangun dua buah bendungan, yaitu Bendungan Jiwu untuk persawahan dan Bendungan Trailokyapur untuk mengairi daerah hilir.
Majapahit memiliki mata uang sendiri yang bernama gobog. Gobog merupakan uang logam yang terbuat dari campuran perak, timah hitam, timah putih, dan tembaga. Bentuknya koin dengan lubang di tengahnya.
Dalam transaksi perdagangan, selain menggunakan mata uang gobog, penduduk Majapahit juga menggunakan uang kepeng dari berbagai dinasti. Menurut catatan Wang Ta-yuan seorang pedagang dari Tiongkok, komoditas ekspor Jawa pada saat itu ialah lada, garam, kain, dan burung kakak tua. Sedangkan komoditas impornya adalah mutiara, emas, perak, sutra, barang keramik, dan barang dari besi.

E.     Kehidupan Religi dan Sosial Budaya.
Pada masa Kerajaan Majapahit berkembang agama Hindu Syiwa dan Buddha. Kedua umat beragama itu memiliki toleransi yang besar sehingga tercipta kerukunan umat beragama yang baik. Raja Hayam Wurukberagama Syiwa, sedangkan Gajah Mada beragama Buddha. Namun, mereka dapat bekerja sama dengan baik.
Rakyat ikut meneladaninya, bahkan Empu Tantular menyatakan bahwa kedua agama itu merupakan satu kesatuan yang disebut Syiwa–Buddha. Hal itu ditegaskan lagi dalam Kitab Sutasoma dengan kalimat Bhinneka Tunggal Ika Tan Hana Dharmma Mangrwa. Artinya, walaupun beraneka ragam, tetap dalam satu kesatuan, tidak ada agama yang mendua.
Urusan keagamaan diserahkan kepada pejabat tinggi yang disebut Dharmmaddhyaksa. Jabatan itu dibagi dua, yaitu Dharmmaddhyaksa Ring Kasaiwan untuk urusan agama Syiwa dan Dharmmaddhyaksa Ring Kasogatan untuk urusan agama Buddha. Kedua pejabat itu dibantu oleh sejumlah pejabat keagamaan yang disebut dharmmaupatti. Pejabat itu, pada zaman Hayam Wuruk yang terkenal ada tujuh orang yang disebut sang upatti sapta. Di samping sebagai pejabat keagamaan, para upatti juga dikenal sebagai kelompok cendekiawan atau pujangga. Misalnya, Empu Prapanca adalah seorang Dharmmaddhyaksa dan juga seorang pujangga besar dengan kitabnya Negarakertagama.
Untuk keperluan ibadah, raja juga melakukan perbaikan dan pembangunan candi-candi. Pada masa Majapahit bidang seni budaya berkembang pesat, terutama seni sastra. Karya seni sastra yang dihasilkan pada masa zaman awal Majapahit, antara lain sebagai berikut:
1.   Kitab Negarakertagama karangan Empu Prapanca pada tahun 1365. Isinya menceritakan hal-hal sebagai berikut:
·            Sejarah raja-raja Singasari dan Majapahit dengan masa pemerintahannya.
·            Keadaan kota Majapahit dan daerah-daerah kekuasaannya.
·            Kisah perjalanan Raja Hayam Wuruk ketika berkunjung ke daerah kekuasaannya di Jawa Timur beserta daftar candi-candi yang ada.
·            Kehidupan keagamaan dengan upacara-upacara sakralnya, misalnya upacara Srrada untuk menghormati roh Gayatri dan menambah kesaktian raja.
2.   Kitab Sutasoma karangan Empu Tantular. Kitab tersebut berisi riwayat Sutasoma, seorang anak raja yang menjadi pendeta Buddha.
3.  Kitab Arjunawijaya karangan Empu Tantular. Kitab tersebut berisi tentang riwayat raja raksasa yang berhasil ditundukkan oleh Raja Arjunasasrabahu.
4.  Kitab Kunjarakarna dan Parthayajna, tidak jelas siapa pengarangnya. Kitab itu berisi kisah raksasa Kunjarakarna yang ingin menjadi manusia, dan pengembaraan Pandawa di hutan karena kalah bermain dadu dengan Kurawa.

Sedangkan, karya seni sastra yang dihasilkan pada zaman akhir Majapahit antara lain, sebagai berikut:
1.         Kitab Pararaton, isinya menceritakan riwayat raja-raja Singasari dan Majapahit.
2.         Kitab Sudayana, isinya tentang Peristiwa Bubat.
3.         Kitab Sorandakan, isinya tentang pemberontakan Sora.
4.         Kitab Ranggalawe, isinya tentang pemberontakan Ranggalawe.
5.         Kitab Panjiwijayakrama, isinya riwayat R.Wijaya sampai dengan menjadi Raja Majapahit.
6.   Kitab Usana Jawa, isinya tentang penaklukan Bali oleh Gajah Mada dan Aryadamar.
7.   Kitab Tantu Panggelaran, tentang pemindahan gunung Mahameru ke Pulau Jawa oleh Dewa Brahma, Wisnu, dan Siwa.
Di samping seni sastra, seni bangunan juga berkembang pesat. Bermacam-macam candi didirikan dengan ciri khas Jawa Timur, yaitu dibuat dari bata, misalnya Candi Panataran, Candi Tigawangi, Candi Surawana, Candi Jabung, dan Gapura Bajang Ratu.

F.     Runtuhnya Kerajaan Majapahit.
Kemunduran Majapahit berawal sejak wafatnya Gajah Mada pada tahun 1364. Hayam Wuruk tidak dapat memperoleh ganti yang secakap Gajah Mada. Jabatan-jabatan yang dipegang Gajah Mada (semasa hidupnya, Gajah Mada memegang begitu banyak jabatan) diberikan kepada tiga orang. Setelah Hayam Wuruk meninggal pada tahun 1389, Majapahit benar-benar mengalami kemunduran.
Beberapa faktor penyebab kemunduran Majapahit sebagai berikut:
1)      Tidak ada lagi tokoh di pusat pemerintahan yang dapat mempertahankan kesatuan wilayah setelah Gajah Mada dan Hayam Wuruk meninggal.
2)      Struktur pemerintahan Majapahit yang mirip dengan sistem negara serikat pada masa modern dan banyaknya kebebasan yang diberikan kepada daerah memudahkan wilayah-wilayah jajahan untuk melepaskan diri begitu diketahui bahwa di pusat pemerintahan sedang kosong kekuasaan.
3)      Terjadinya perang saudara, di antaranya yang terkenal adalah Perang Paregreg (1401 – 1406) yang dilakukan oleh Bhre Wirabhumi melawan pusat Kerajaan Majapahit. Bhre Wirabhumi diberi kekuasaan di wilayah Blambangan. Namun, ia berambisi untuk menjadi raja Majapahit. Dalam cerita rakyat, Bhre Wirabhumi dikenal sebagai Minakjingga yang dikalahkan oleh Raden Gajah atau Damarwulan. Selain perang saudara, terjadi juga usaha memisahkan diri yang dilakukan Girindrawardhana dari Kediri (1478).
4)      Masuknya agama Islam sejak zaman Kerajaan Kediri di Jawa Timur menimbulkan kekuatan baru yang menentang kekuasaan Majapahit. Banyak bupati di wilayah pantai yang masuk Islam karena kepentingan dagang dan berbalik melawan Majapahit.




BAB III
PENUTUP

A.     Kesimpulan.
Dari hasil penjelasan makalah di atas, dapat disimpulkan bahwa Kerajaan Majapahit adalah kerajaan bercorak Hindu terakhir terbesar di Pulau Jawa. Kerajaan Majapahit didirikan pada tahun 1293 M. Kerajaan ini berdiri di hutan Tarik dekat Mojokerto.

B.     Saran.
Semoga apa yang dijelaskan di dalam makalah kami dapat dipahami dan dipelajari oleh pembaca. Selain itu, dengan makalah ini semoga kita dapat mengetahui sejarah-sejarah kerajaan Hindu-Buddha terutama Kerajaan Majapahit

  


DAFTAR PUSTAKA

http://ayha-samsuel.blogspot.com/2013/10/makalah-kerajaan-majapahit.html
http://indahsarigk.blogspot.com/2012/12/makalah-kerajaan-majapahit.html
http://www.slideshare.net/client7/makalah-sejarah-kerajaan-majapahit-contoh
http://www.slideshare.net/PurnaSenda/sejarah-lengkap-kerajaan-majapahit-new


DOWNLOAD MAKALAH LENGKAP DISINI