Showing posts with label Makalah Sejarah. Show all posts
Showing posts with label Makalah Sejarah. Show all posts

Wednesday, March 18, 2020

Makalah Sejarah Kerajaan Islam di Kepulauan Riau

MAKALAH

KERAJAAN ISLAM DI KEPULAUAN RIAU



BAB I
PENDAHULUAN

1. Latar Belakang
Perkembangan Agama Islam Di Indonesia sangatlah di pengaruhi oleh para tokoh-tokoh atau para pemuka agama jaman dahulu,khususunya para wali yang kita kenal sebagai Wali Songo atau dalam bahasa indonesi artinya sembilan wali.Tapi, bagaimana dengan perkembangan Islam di Riau?
Untuk menjawab pertanyaan ini,kita perlu melihat-lihat dan mengobservasi sejarah yang berkaitan dengan peninggalan – peninggalan sejarah islam di Riau itu sendiri seperti Masjid dan selain itu sejarah kerajaan-kerajaan islam yang ada di Riau itupu perlu kita pelajari dan kita kaji,agar nantinya kita bias mengambil kesimpulan tentang bagaimana perkembangan Islam di Riau.

Makalah Sejarah Kesultanan Aceh Darussalam

MAKALAH
KERAJAAN ISLAM

KESULTANAN ACEH DARUSSALAM





BAB I
PENDAHULUAN

A.            Latar Belakang
Aceh yang terkenal dengan sebutan, “Kota Serambi Mekkah” merupakan tempat di mana berkembangnya agama Islam pertama di Indonesia. Diperlihatkan dari letak geografisnya, dimana Aceh sendiri terletak di ujung barat Pulau Sumatera dan dekat dengan Selat Malaka yang saat itu menjadi pintu pusat lalu lalangnya kapal-kapal saudagar antara belahan bumi Barat dan Timur dapat diperhitungkan sejak awal abad ke 1.
Namun dengan sendirinya meningkat lalulintas perdagangan dan kemampuan hidup masyarakat sekaligus memungkinkan terbangunnya suatu pemerintahan atau kerajaan-kerajaan terutama di Aceh seperti Kerajaan Jeumpa, Lamuri, Samudra Pasai dan lain-lain yang menganut agama Islam.

Wednesday, March 14, 2018

Makalah Sejarah Peradaban Maya

MAKALAH SEJARAH

PERADABAN MAYA

BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Salah satu tugas dari seorang Perbandingan Agama adalah mengkaji agama-agama. Baik itu agama samawi maupun Ardhi. Karena agama datang kedunia mempunyai sajarah masing-masing. Agama terus berkembang sesuai dengan perkembangan zaman. Di dalam makalah ini spesifik akan membahas tentang peradaban Amerika Kuno tepatnya peradaban Maya. Yang mana beberapa bulan yang lalu telah menguncangkan seluruh dunia atas penafsiran habisnya tahun oleh suku maya. Serta sebagai pembentuk suatu system serta pengetahuan yang dapat kita ketahui setelah memahami peradaban tersebut.
Rahasia Kebudayaan Bangsa Maya, banyak orang pernah mendengar legenda budaya bangsa Maya. Selama ini, kesan sebagian besar orang terhadap bangsa Maya tidak terlepas dari suasana hutan belantara di benua Amerika. Memang benar, bangsa Maya tinggal di Amerika Tengah[1] yang sekarang ini, bekas peninggalan sejarah yang misterius berada di dalam hutan belantara yang terpencil dan sepi.
Peninggalan batu raksasa dan karya seni bangsa Maya yang maha tinggi, jauh melebihi kehebatan teknologi masa kini[2]. Hampir tidak memiliki informasi yang dapat dipercaya tentang asal-usul kalender mereka, tulisan hiroglif, dan sistem matematika, juga tidak kita memahami detail yang tak terhitung jumlahnya yang berkaitan dengan organisasi sosial-politik, agama, struktur ekonomi, dan kehidupan sehari-hari.

Makalah Sejarah Peradaban Romawi Kuno


MAKALAH SEJARAH
PERADABAN ROMAWI KUNO


BAB I
PENDAHULUAN

A.    LATAR BELAKANG
Romawi adalah sebuah kota yang selalu di sandingkan dengan Yunani, yang mempunyai hubungan erat antara kedua kota ini. Romawi ialah peradaban dunia yang letaknya terpusat di kota Roma masa kini. Peradaban Romawi dikembangkan Suku Latia yang menetap di lembah Sungai Tiber. Suku Latia menamakan tempat tinggal mereka ‘Latium’. Latium merupakan kawasan lembah pegunungan yang tanahnya baik untuk pertanian. Penduduk Latium kemudian disebut bangsa Latin. Pada mulanya, di daerah Latium inilah bangsa Latin hidup dan berkembang serta menghasilkan peradaban yang tinggi nilainya. 

Monday, March 12, 2018

Makalah Sejarah Peradaban Inca


MAKALAH SEJARAH
PERADABAN INCA


BAB I
 PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Peradaban Inca (atau Inka peradaban) dimulai sebagai sebuah suku di Cuzco daerah, di mana yang pertama legendaris Sapa Inca , Manco Capac mendirikan Kerajaan Cuzco sekitar 1200. Di bawah kepemimpinan Manco Capac keturunan, negara Inca tumbuh untuk menyerap lain Andes masyarakat. Pada 1442, suku Inca mulai ekspansi luas jauh di bawah komando Patchacuti . Dia mendirikan Kekaisaran Inca (Tawantinsuyu), yang menjadi kekaisaran terbesar di pra-Columbus Amerika.  

Thursday, March 8, 2018

Makalah Sejarah Peradaban Lembah Sungai Nil


MAKALAH SEJARAH
PERADABAN LEMBAH SUNGAI NIL


BAB I
PENDAHULUAN

      A.    Latar Belakang
Peradaban adalah memiliki berbagai arti dalam kaitannya dengan masyarakatmanusia. Seringkali istilah ini digunakan untuk merujuk pada suatu masyarakat yang "kompleks": dicirikan oleh praktik dalam pertanian, hasil karya dan pemukiman, berbanding dengan budaya lain, anggota-anggota sebuah peradaban akan disusun dalam beragam pembagian kerja yang rumit dalam struktur hirarki sosial.
Istilah peradaban sering digunakan sebagai persamaan yang lebih luas dari istilah "budaya" yang populer dalam kalangan akademis. Dimana setiap manusia dapat berpartisipasi dalam sebuah budaya, yang dapat diartikan sebagai "seni, adat istiadat, kebiasaan , kepercayaan, nilai, bahan perilaku dan kebiasaan dalam tradisi yang merupakan sebuah cara hidup masyarakat".  Namun, dalam definisi yang paling banyak digunakan, peradaban adalah istilah deskriptif yang relatif dan kompleks untuk pertanian dan budaya kota. Peradaban dapat dibedakan dari budaya lain oleh kompleksitas dan organisasi sosial dan beragam kegiatan ekonomi dan budaya.

Wednesday, March 7, 2018

Makalah Sejarah Peradaban Lembah Sungai Indus


MAKALAH SEJARAH
PERADABAN LEMBAH SUNGAI INDUS


BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah
Sekarang generasi penerus sudah banyak sekali yang tidak mengenal sejarah-sejarah tentang peradaban-peradaban dunia. Padahal itu sangat penting bagi kita terutama sebagai ilmu pengetahuan. Tanpa kita mengenal sejarah kita akan kacau-balau karena disitu adalah sumber ilmu kebudayaan yang berguna dan patut dipelajari. Oleh karena itu, penulis bertujuan membuat makalah ini untuk menjelaskan salah satu peradaban dunia yang menceritakan bagaimana keadaan masyarakat pada masa peradaban sungai Indus.

Tuesday, March 6, 2018

Makalah Sejarah Peradaban Yunani Kuno


MAKALAH SEJARAH
PERADABAN YUNANI KUNO


BAB I
PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang
            Orang Yunani kuno terkenal dengan kebudayaannya yaqng tinggi. Dalam keemasan mereka yang lebih 1000 tahun itu, orang Yunani telah banyak memberi sumbangan yang besar bagi kemajuan Dunia. Bahkan hampir 2000 tahun setelah kemudurannya, pengaruh pemikiran dan kebudayaan orang Yunai masih sangat kental mempengaruhi jaln hidup kita. Gaya bangunannya, selera mereka akan keindahan, kemampuan berpikir meraka yang hebat sangat mempengaruhi kehidupan kita saat ini. Keramik, pahatan mereka tersebar di mesum seluruh dunia.

Friday, March 2, 2018

Sejarah Kerajaan Singasari


Kerajaan Singasari
 
Kerajaan Singasari adalah sebuah kerajaan Hindu Buddha di Jawa Timur yang didirikan oleh Ken Arok pada tahun 1222 M. Lokasi kerajaan ini sekarang diperkirakan di daerah Singosari / Malang.
Keberadaan kerajaan Singosari dibuktikan melalui candi-candi yang banyak ditemukan di Jawa Timur yaitu daerah Singosari sampai Malang, juga melalui kitab sastra peninggalan zaman Majapahit yang berjudul Negara Kertagama karangan Mpu Prapanca yang menjelaskan tentang raja-raja yang memerintah di Singosari sastra kitab paraten yang juga menceritakan riwayat Ken Arok yang penuh keajaiban.

Tuesday, November 7, 2017

Makalah Sejarah Kerajaan Pajajaran

MAKALAH SEJARAH
KERAJAAN PAJAJARAN


BAB I
PENDAHULUAN
1.1     Latar Belakang
           Di Indonesia banyak sekali terdapat kerajaan,salah satunya yaitu kerajaan pajajaran yang terletak di Jawa Barat.Diketahui kerajaan ini berdiri sesudah runtuhnya kerajaan Tarumanegara, hal ini dibuktikan dengan ditemukannya sebuah candi di desa cangkuang dekat Leles yang keberadaannya pastinya belum dapat diketahui, akibat dari data-data yang kurang untuk mengungkapkannya secara pasti. Para ahli berpendapat selain kerajaan Tarumanegara, terdapat sebuah kerajaan yang bernama kerajaan padjajaran,namun tidak dapat diketahui dimana pastinya lokasi kerajaan tersebut.

Wednesday, August 30, 2017

Makalah Konferensi-Konferensi pada Akhir Perang Dunia 2

MAKALAH SEJARAH
AKHIR PERANG DUNIA KE II
DAN KONFERENSI-KONFERENSI YANG TERJADI

BAB I
PENDAHULUAN

A.Latar Belakang Masalah
            Perang Dunia II berakhir dengan beberapa perjanjian antara pihak yang kalah yaituJerman, Jepang dan Italia dan menang perang pihak sekutu AS, Uni Soviet, Inggris dan Prancis.Selain itu juga ada beberapa konferensi, yaitu:
a.Konferensi Atlantik
b.Konferensi Casablanca
c.Konferensi Moscow
d.Konferensi Kaira
e.Konferensi Teheran
f.Konferensi Yalta

B.Rumusan Masalah
1.Apa penyebab berakhirnya perang Dunia II?
2.Konferensi apa saja yang diselenggarakan selama perang dunia II ?

Saturday, April 8, 2017

Makalah Peristiwa Merah Putih di Manado

MAKALAH SEJARAH
PERISTIWA MERAH PUTIH DI MANADO



BAB II
PEMBAHASAN

A. Peristiwa Merah Putih Terjadi Tanggal 14 Februari Di Manado

Peristiwa merah putih di Manado beserta beberapa peristiwa-peristiwa lainnya di Indonesia yang terjadi setelah deklarasi kemerdekaan tidak lepas dari kejadian bersejarah pada bulan Juli tahun 1944 dimana pada waktu itu Jepang mengalami kekalahan telak melawan pasukan Sekutu ketika mereka bertempur di atas lautan Pasifik. Kekalahan mereka ini membuat mereka mundur untuk memperkuat kubu pertahanan mereka di pulau Sulawesi dan di daerah Maluku Utara. Di bulan yang sama, Sam Ratulangi mengutus pemuda-pemuda untuk pergi ke Manado demi menyambut kemerdekaan yang akan dimiliki oleh Indonesia jika ternyata perang pasifik berakhir dengan hancurnya pasukan Jepang oleh pihak Sekutu. Utusan yang ia kirim ini beranggotakan Mantik Pakasi dan Freddy Lumanauw sebagai utusan tentara, dan Wim Pangalila, Buce Ompi, serta Olang Sondakh sebagai perwakilan pemuda. Mereka pergi menggunakan kereta ke Surabaya, dan melanjutkan perjalanan menggunakan Dai yu Maru menuju Manado.

Dua bulan setelah perngutusan pemuda oleh Sam Ratulangi menuju Manado, tiba-tiba muncul pesawat pembom B-29 yang merupakan properti perang udara milik Angkatan Udara Sekutu. Pesawat-pesawat yang berjumlah puluhan itu kemudian menghujani Manado dengan bom, dan meratakannya dengan tanah, mengubah setiap gedung yang terlihat menjadi tak lebih dari gundukan sampah, dan menewaskan banyak penduduk. Hal ini kemudian memicu kecurigaan Jepang bahwa ada mata-mata Sekutu yang berperan ganda sebagai tokoh nasionalis. Di bulan September 1944 ini juga kubu pertahanan Jepang di Sulawesi Utara dan Morotai berhasil ditaklukkan oleh Jenderal Mac Arthur sebelum ia bertolak ke Leyte, Filipina.

Selama pertengahan tahun April 1945 hingga awal Februari 1946, terjadi lagi banyak konflik atau hal-hal yang menuntun kepada terjadinya peristiwa merah putih di Manado. Pada bulan April hingga Agustus 1945 misalnya, dimana Pimpinan Kaigun menyiapkan kemerdekaan Indonesia, sesuai dengan apa yang pernah ia janjikan dahulu kala. Pada masa itu, bendera merah-putih dikibarkan bersebelahan dengan bendera nasional Jepang, yaitu Hinomaru. Pada bulan September di bulan yang sama, NICA dan Belanda yang saat itu ada di bawah perlindungan pasukan Sekutu dengan senang hati masuk ke area Indonesia, dan terlepas dari seluruh usaha yang mereka lakukan, mereka tetap tidak berhasil menciptakan dampak apapun terhadap kehidupan bermasyarakat, berpolitik, maupun ekonomi.

Pada bulan terakhir tahun 1945, Manado mulai sedikit lega dengan perginya seluruh pasukan Sekutu dari tanah itu. Perginya Sekutu tidak berarti kedamaian, karena mereka pada akhirnya menyerahkan tugas yang tengah mereka jalani secara total kepada NICA-KNIL yang dipimpin oleh seorang Inggris. John Rahasia dan Wim Pangalila kemudian melihat hal ini sebagai kesempatan untuk melakukan sebuah revolusi atau pemberontakan yang akan dilakukan oleh pemuda-pemuda Manado. Di Bulan yang sama, NEFIS-Belanda mulai sedikit lebih pintar, dan mereka sudah bisa mulai mencurigai kedua orang yang akan melakukan pemberontakan ini.

Pada bulan Februari 1946, pasukan KNIL yang ada di Teiling masih dicurigai oleh pihak Belanda. Pihak Belanda juga mengeluarkan perintah strength arrest kepada para pemimpin mereka, yaitu Furir Taulu, Wuisan, Frans Lantu, Wim Tamburian, Wangko Sumanti, dan Yan Sambuaga karena mereka dinilai merupakan penghasut tentara Indonesia.. Pada tanggal 14 Februari, barulah peristiwa merah putih di Manado terjadi. Pada saat peristiwa itu dimulai, mereka berhasil memengaruhi pihak Belanda, dan membuat Kopral Mambi Runtukahu yang ditunjuk sebagai pemimpin ahli penyergapan pos yang ada di markas garnisun Manado. Setelah serangan yang tidak memiliki perlawanan ini selesai, ada beberapa nama kaum nasionalis yang kemudian ditangkap oleh NICA dan dituduh sebagai mata-mata Jepang. Keberhasilan kudeta yang dilakukan oleh Wuisan dan kawan-kawan tiba di telinga kapten KNIL pada masa itu, yang bernama J Kaseger yang akhirnya ikut berjuang membela Indonesia.

Bagian akhir peristiwa merah putih di Manado terjadi pada tanggal 15 dan 16 Ferbuari, hanya satu hingga dua hari setelah peristiwa ini dimulai. Pada tanggal 15 Ferbruari 1946, komandan KNIL pada waktu itu yang bernama De Vries tertangkap dan menjadi tawanan, hingga ia dihadapkan kepada Taulu dan Wuisan demi membuat kesepakatan akan perselisihan yang terjadi ini. De Vries, seperti layaknya pimpinan lain, bertanya apakah kudeta militer yang akan dilakukan oleh pihak Indonesia akan menjamin keselamatan pasukannya. Pada saat itu, sebenernya Taulu tahu bahwa mereka sedang terdesak dan akan kalah, tapi ia kemudian berkata bahwa mereka sedang berjuang bersama pemuda Indonesia, dan akan mempertahankan perjuangan itu. Setelah kejadian ini, seluruh daerah Minahasa kemudian mulai melihat prosesi pengibaran bendera Merah-Putih.

B. Dampak Peristiwa Merah Putih 14 Februari 1946 Di Manado

Di Sulawesi Utara peristiwa Merah-Putih 14 Februari 1946 masih dikenangkan, namun arti dan nilai peristiwa terlupakan. Dampaknya tidak ada lagi sekarang. Waktu Presiden Soekarno memaklumkan pada peringatannya 10 Maret 1965 di Istana ‘’bahwa Hari 14 Februari adalah hari Sulawesi Utara’’ (1) sejarah dunia membenarkan ucapan Bung Karno ini dan, (2) sejarah perjuangan Indonesia mensyukurinya.

1. Dampak dalam Sejarah Dunia

Berturut-turut radio-radio Australia, San Franscisco dan BBC London dan Harian Merdeka di Jakarta menyiarkan tentang ‘’Pemberontakan Besar di Minahasa’’.

Dampak peristiwa ini pada tentara Sekutu (AS-Inggris-Belanda) menggemparkan. Bagi tentara AS yang sudah payah dan ingin pulang ke tanah airnya, masih harus mendeportasi 8000 tawanan tentara Jepang di Girian.

Tentara Belanda yang menjadikan Minahasa sebagai basisnya yang kuat untuk menyerang Republik Indonesia yang berpusat di Yogya, malah harus menyerahkan diri kepada TRISU-Taulu di Teling. Peristiwa 14 Februari 1946 di Manado tercatat dalam sejarah dunia, karena wakil Sekutu-Inggris di Makassar Col Purcell menyatakan pada 24 Februari 1946 di Teling-Manado ‘’bahwa pada hari ini tentara Sekutu menyatakan perang dengan kekuasaan Sulawesi-Utara (Lapian-Taulu)’’.

Sulawesi Utara sudah dianggapnya suatu negara merdeka yang memiliki wilayah, pemerintah, tentara dan rakyatnya sendiri secara utuh dari 14 Februari tetapi akhirnya menyerah kalah pada 11 Maret 1946.

2. Dampaknya dalam Sejarah Indonesia

Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 memberikan tugas kepada seluruh bangsa Indonesia: ‘’Hal-hal yang mengenai pemindahan kekuasaan dan lain-lain, diselenggarakan dengan cara seksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya. Soekarno-Hatta.’’ Tugas ini telah dilaksanakan oleh Lapian-Taulu dengan sangat berhasil melalui kudeta 14 Februari 1946, walaupun hanya dapat bertahan selama 24 hari dan kemudian dilanjutkan dengan revolusi kemerdekaan sampai akhir 1950 (KMB).

Selama perang kemerdekaan RI dari 1945-1949, hanya kudeta 14 Februari 1946 yang berhasil merebut kekuasaan Belanda dan menggantikannya dengan suatu pemerintahan nasional yang merdeka di bawah pimpinan Lapian-Taulu. Semua pejabat Belanda NICA-KNIL ditangkap, ditawan dan dideportasi ke Morotai. Di tahun 1946-1948 sesuai perjanjian Linggarjati dan Renville oleh kedua pihak RI dan Belanda, wilayah nusantara yang di luar Jawa-Sumatera tidak termasuk dalam kekuasaan RI yang berpusat di Yogya, namun pemerintah Merah-Putih Lapian-Taulu pada 22 Februari 1946 menyatakan dalam rapat umum di Lapangan Tikala Manado, bahwa Sulawesi Utara adalah bagian dari NKRI yang berpusat di Yogya.

Peristiwa Merah-Putih di Sulawesi Utara meliputi seluruh perjuangan kemerdekaan di daerah Gorontalo, Bolaang Mongondow, Manado, Minahasa dan Sangir-Talaud yang dinyatakan oleh Bung Karno dipusatkan pada 14 Februari sebagai Hari Sulawesi Utara. Hal ini dilandasi pada fakta di Sulawesi Utara sendiri, karena pada saat itu tokoh-tokoh perintis kemerdekaan di daerah, Nani Wartabone, Raja Manoppo, OH Pantouw, GEDA Dauhan berada dan turut serta dalam menegakkan kemerdekaan Merah Putih di Manado.

LN Palar wakil Indonesia di PBB menyatakan sendiri bahwa RI diperjuangkan oleh seluruh bangsa Indonesia, termasuk rakyat Sulawesi Utara, buktinya dengan peristiwa Merah-Putih di Manado, seraya membantah Wakil Belanda Kleffen yang berargumentasi bahwa perjuangan kemerdekaan RI hanya untuk Jawa dan Sumatera.

BAB IV
PENUTUP

A. Kesimpulan

Bendera Merah Putih dikibarkan diseluruh pelosok Minahasa hampir selama satu bulan, yaitu sejak tanggal 14 Februari 1946. Dr. Sam Ratulangi diangkat sebagai Gubernur Sulawesi bertugas untuk memperjuangkan keamanan dan kedaulatan rakyat Sulawesi. Tetapi dengan peristiwa 14 Februari 1946 segala kecurigaan ini terhapus sudah dan KRIS diakui benar sebagai ‘’comrade-in-arms’’ dalam menegakkan NKRI, bahkan di Minahasa rakyat seluruhnya sudah mendahului. Pada peristiwa 14 Februari 1946, Pasukan Pemuda Indonesia (PPI) menghitung 5000 anggota yang bergabung dengan TRISU dari Letkol Taulu.

B. Saran

Mungkin inilah yang diwacanakan pada penulisan kelompok ini meskipun penulisan ini jauh dari sempurna minimal kita mengimplementasikan tulisan ini. Masih banyak kesalahan dari penulisan kelompok kami, karna kami manusia yang adalah tempat salah dan dosa: dalam hadits “al insanu minal khotto’ wannisa’, dan kami juga butuh saran/ kritikan agar bisa menjadi motivasi untuk masa depan yang lebih baik daripada masa sebelumnya. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada ibu guru IPS yang telah memberi kami tugas kelompok demi kebaikan diri kita sendiri dan untuk negara dan bangsa


DAFTAR PUSTAKA

http://search.tb.ask.com/search/GGmain.jhtml?st=bar&ptb=4CEB9643-4F4E-438B-B620-47933EBD5C56&n=780c93e2&ind=2014090210&p2=^BDG^xdm174^YYA^id&si=awidzipunzip164026&searchfor=PERISTIWA%20MERAH%20PUTIH%20DI%20MANADO
http://www.dimensionnews.com/2013/10/peristiwa-merah-putih-di-manado.html
http://infominahasa.blogspot.com/2009/02/peristiwa-merah-putih-14-februari-1946.html



DOWNLOAD MAKALAHNYA DISINI




Thursday, March 16, 2017

Makalah Sejarah Kerajaan Banjar

MAKALAH 
SEJARAH KERAJAAN BANJAR


BAB I
PENDAHULUAN

Kerajaan Banjar adalah kerajaan terakhir yang pernah ada di daerah Kalimantan Selatan. Kerajaan Banjar disebut juga sebagai kerajaan Islam karena agama Islam sebagai agama Negara terlihat dengan jelas pada masa pemerintahan Sultan Adam Al-Wasik Billah. Namun, sayangnya Kesultanan Banjar (kerajaan Banjar) telah sekian lama tak terangkat ke permukaan, hal ini bisa jadi konon karena kesultanan ini perang melawan kolonial pada 1857 sehingga kerajaannya dibumi-hanguskan oleh Belanda. Sampai saat ini, tidak banyak yang mengetahui mengenai perkembangan kerajaan Banjar sekarang, apakah eksistensinya masih ada atau mungkin telah lenyap ditelan waktu?. Dalam makalah ini akan diuraikan secara singkat mengenai kerajaan banjar, sistem pemerintahan kerajaan banjar, serta kerajaan Banjar itu sendiri pada saat ini.


BAB II
PEMBAHASAN

A.    PENGERTIAN KERAJAAN
Dalam sebuah kamus lengkap Bahasa Indonesia, kerajaan diartikan sebagai bentuk pemerintahan yang dikepalai oleh raja; tanda-tanda kebesaran raja; martabat (kedudukan) raja; wilayah kekuasaan seorang raja; sifat sebagai raja; menjadi raja; naik tahta.[1]  Selain itu, kerajaan juga merupakan salah satu bentuk pemerintahan di mana kepala negara dan atau kepala pemerintahan-nya juga disebut Raja, Ratu, Kaisar, Permaisuri, Sultan, Baginda, Khalifah dan Emir[2].

B.     KERAJAAN BANJAR
Sultan Suriansyah merupakan raja pertama dari Kerajaan Banjar dan raja pertama yang memeluk agama Islam. Agama Islam merupakan agama Negara dan menempatkan kedudukan para ulama pada tempat yang terhormat dalam Negara. Kedudukan agama Islam sebagai agama Negara terlihat dengan jelas pada masa pemerintahan Sultan Adam Al-Wasik Billah yang mengeluarkan Undang-Undang Negara pada tahun 1835 yang kemudian dikenal sebagai Undang-Undang Sultan Adam, yang mana dalm Undang-Undang tersebut terlihat jelas bahwa sumber hukum yang dipergunakan adalah hukum Islam. Oleh karena itu, kerajaan Banjar disebut juga sebagai kerajaan Islam, dan oleh karena itu pulalah urang Banjar dikenal sebagai orang yang beragama Islam.
Kerajaan Banjar adalah kerajaan terakhir yang pernah ada di daerah Kalimantan Selatan. Kerajaan tertua yang pernah ada adalah kerajaan Tanjungpura atau Tanjungpuri, sebuah kerajaan migrasi orang-orang Melayu dengan membawa unsur kebudayaan Melayu dengan menggunakan bahasa Melayu sebagai bahasa komunikasi. Banyak pendapat yang berbeda tentang dimana lokalisasi kerajaan Tanjungpura ini. Salah satu diantaranya ada yang berpendapat bahwa Tanjungpura merupakan kota Tanjung ibukota Kabupaten Tabalong sekarang ini.[3] J.J. Ras menyebutkan bahwa Tanjung merupakan sebuah daerah tempat imigrasi Melayu yang pertama ke Kalimantan. Mpu Prapanca menyebutkan dalam Negarakartagama (1365) dengan nama Nusa Tanjung Negara dan ini identik dengan Pulau Hujung Tanah, dengan kota terpenting adalah Tanjungpuri. Pada bagian llain Mpu Prapanca menyebutkan nama Bakulapura adalah nama lain dari bahasa Sanskerta untuk menyebutkan nama Tanjungpura. Kalau kerajaan Tanjungpura merupakan migrasi Orang Melayu Sriwijaya, hal ini berarti puela ahwa ke daerah ini telah masuk unsur kebudayaan agama Budha sebagai agama dari kerajaan Sriwijaya. Migrasi Melayu ke Kalimantan diperkirakan antara abad ke 12-13 Masehi.
Pada abad ke-13 muncul pula kerajaan Negara Dipa yang kemudian diganti oleh Negara Daha. Negara Dipa berlokasi di sekitar Amuntai sedangkan Negara Daha berlokasi sekitar Negara sekarang. Kedua kerajaan ini bercorak Hindu dengan peninggalan Candi Agung dan Candi Laras. Negara Dipa merupakan kerajaan migrasi dari Jawa Timur sebagai akibat dari peperangan antara Ken Arok dengan raja Kertajaya yang dikenal dengan Perang Ganter.[4]
Dalam abad ke-16 muncul perkembangan baru dengan lahirnya kerajaan Banjar yang bercorak Islam di Kalimantan Selatan. Kerajaan Banjar berkembang pesat sampai abad ke-19 merupakan kerajaan Islam merdeka dengan nation baru bangsa Banjar sebagai warganegara dari sebuah kerajaan (1859-1915) maka bangsa Banjar sebagai warganegara dari sebuah kerajaan merdeka juga ikut lenyap, dan turun derajatnya menjadi bangsa jajahan dan kemudian dikenal sebagai Urang Banjar atau Orang Banjar.[5]

C.     SISTEM PEMERINTAHAN KERAJAAN BANJAR
Sebelum Kerajaan Banjar berdiri, pada masa Negaradaha jabatan raja selalu diambil silih berganti dari pewaris yang sah (sengketa). Kerajaan Banjar memulai kembali tradisi bahwa raja diganti oleh puteranya, sedangkan jabatan Mangkubumi (jabatan tertinggi setelah raja) diputuskan dari rakyat biasa yang mempunyai jasa besar terhadap kerajaan. Saudara raja dapat menjadi Adipati (raja kecil di daerah kekuasaan/taklukan) tetapi mereka tetap di bawah Mangkubumi. Kaum bangsawan yang bergelar Pangeran dan Raden boleh selalu ikut serta dalam sidang membicarakan masalah negara dan ikut serta memberikan kesejahteraan bagi rakyat.
Mangkubumi dalam perkembangannya disebut juga Perdana Menteri kemudian berkembang pula sebutan Wazir, ketiga sebutan ini memiliki tingkat jabatan yang sama hanya berbeda nama. Sebutan untuk sultan dalam penyebutan acara resmi adalah Yang Mulia Paduka Seri Sultan. Calon pengganti Sultan disebut Pangeran Mahkota, pada masa pemerintahan Sultan Adam disebut Sultan Muda.[6]
D.    KERAJAAN BANJAR SAAT INI
Kerajaan juga sering disebut dengan kesultanan. Kesultanan Banjar telah sekian lama tak terangkat ke permukaan, hal ini bisa jadi konon karena kesultanan ini perang melawan kolonial pada 1857 sehingga kerajaannya dibumi-hanguskan oleh Belanda. Sejarah mencatat, di bawah komando Pangeran Hidayatullah II cucu Sultan Adam Al-Washikubillah (1825 – 1857) Perang Banjar dikobarkan. Upaya perlawan terhadap penjajah ini terus berlanjut turun-temurun hingga Indonesia mencapai kemerdekaan.
Raja Banjar selama ini memang nyaris tidak terdengar kecuali hanya melalui keturunannya saja seperti yang bergelar Gusti, Antung dan Andin yang beranak-pinak dan tersebar di seluruh wilayah Kalimantan, wilayah Nusantara bahkan mancanegara. Berbeda dengan raja-raja di Kaltim, hingga kini masih eksis meskipun tanpa kekuasaan di pemerintahan seperti raja dari Kesultanan Kutai Kartanegara, Ing Martadipura di Tenggarong, raja dari Kesultanan Bulungan, raja Kesultanan Gunung Tabur dan raja Kesultanan Sambaliung di Kabupaten Berau.
Meskipun kerajaan Banjar di Kalimantan Selatan mulai kehilangan pijak, seiring mangkatnya Sultan Adam sebagai Raja Kesultanan Banjar serta secara perlahan pula adat dan budaya kesultanan Banjar mulai meredup. Tak ingin kebudayaan Banjar  tersebut punah dan perlunya pelestarian berkelanjutan, Sabtu (24/7) 2010, resmi terbentuk Lembaga Adat dan Kekerabatan Kesultanan Banjar, atau disingkat LAKKB. Bersamaan peresmian pembentukan LAKKB di Hotel Arum, Banjarmasin, dilantik pula pemangku adat atau pengurus pusat LAKKB, pemangku adat kabupaten/kota se Kalsel. LAKKB diketuai oleh G Ht Khairul Saleh dan Sekretaris, Gt Chairinsyah. Bahkan hari itu juga dilaksanakan musyawarah tinggi adat dan dialog budaya Kesultanan Banjar.
LAKKB punya posisi setingkat dibawah sultan atau raja muda. Pembentukannya dilakukan sebagai upaya menumbuhkan adat yang mulai memudar. Adat istiadat yang pudar karena penjajah dan kemajuan jaman. Kesultanan Banjar berakhir di Martapura.
“Ini ibarat maangkat batang tarandam. Atau membangkitkan nilai luhur dan kearifan sultan-sultan Banjar. Tidak ada maksud memunculkan feodalisme tapi mengangkat adat dan budaya Banjar, sekaligus konsolidasi internal,”
Selain itu, pembentukan LAKKB juga mendapat perhatian dari Forum Silaturahmi Kesultanan se Nusantara (FSKN). Sekretaris Jendral FSKN Kanjeng Pangeran Haryo (KPH) Suroso Gunawan Kusumodiningrat, mengutarakan, ada 135 kerajaan atau kesultanan di nusantara. Sekitar 100 an menyatakan memberikan dukungan kebangkitan budaya Banjar di Kalsel. “Pelantikan ini merupakan legalitas pengaturan dan tata cara. Ada kesamaan satu pandangan kedepan. Sebagai gambaran maka kerajaan atau kesultanan untuk menjadi anggota FSKN itu tidak mudah.  Eksistensi Banjar di FSKN sudah terjadi sejak 2004. Hanya, waktu itu konteknya sebagai tamu. “Adat istiadat itu yang ada dan tidak ada, seperti turun temurun dilakukan secara rutin. Diangkatnya suatu dinasti masa lampau adalah pengangkatan pemimpin. Kita tidak mengembalikan feudal atau monarki, ini adalah kebangkitan budaya Kalsel”.
Dengan demikian titik baru untuk membangun kekerabatan kesultanan sekaligus membangkitkan budaya yang nyaris hilang ditelan masa telah dicapai dengan diadakan Penobatan Raja Muda Kesultanan Banjar dan gelar Pangeran dianugerahkan tokoh adat dan juriat kesultanan Banjar kepada Khairul Saleh yang juga menjabat Bupati Kabupaten Banjar periode 2010-2014. Selain itu, melalui struktur kesultanan yang terbentuk diharapkan lebih memperkuat tekad dan komitmen memelihara kebudayaan sekaligus menjadikan budaya sebagai jati diri dan kepribadian sebagai masyarakat Banjar.[7]
Penobatan Khairul Saleh sebagai Raja Muda oleh LAKKB (Lembaga Adat dan Kekerabatan Kesultanan Banjar) diiringi dengan beberapa alasan, yaitu:
1)             Keturunan. Berdasarkan faktor keturunan ini, Khairul saleh dinobatkan sebagai Raja Muda Kesultanan Banjar dengan gelar Pangeran H. Khairul Saleh. Beliau merupakan keturunan dari Raja Banjar yang terakhir yaitu Sultan Muhammad Seman (1862-1905). Oleh karena itu pantaslah beliau diberikan gelar kehormatan sebagai Pangeran (Raja Muda Kesultanan Banjar).
2)             Kekuasaan. Untuk faktor kekuasaan ini, saya menganggapnya sebagai keberuntungan. Oleh karena sistem pemerintahan Banjar pada saat ini adalah demokrasi, dimana pemilihan kepala pemerintahan daerah (ex. bupati) ditentukan oleh masyarakat. Dalam hal ini, yang terpilih untuk menjadi Bupati daerah Kabupaten Banjar periode  2010-2014 adalah H. Gusti Khairul Saleh sendiri, sehingga dengan demikian dapat dengan mudah pula penghidupan (pelestarian) kesultanan Banjar.
3)             Kebudayaan. Berdasarkan faktor ini, diharapkan dengan penobatan Khairul Saleh sebagai Raja Muda Kesultanan Banjar dapat melesarikan kebudayaan Banjar itu sendiri. Meskipun dengan begini tetap tidak dapat mengembalikan kerajaan Banjar yang telah punah, namun setidaknya masih bisa menyelamatkan kebudayaan Banjar untuk dikenang generasi penerus Banjar.
Selain itu, wacana perencanaan mengenai pembangunan replika Keraton Banjar atau Kesultanan Banjar, tampaknya akan terealisasi. Menariknya, bukan lagi dikatakan replika tapi langsung disebut Keraton Banjar. Ada tiga lokasi yang menjadi pilihan, Kota Banjarmasin, Kota Banjarbaru dan Kabupaten Banjar. Alhasil, Telok Selong, Kabupaten Banjar telah ditetapkan sebagai lokasi pembangunannya.
Kepastian lokasi pembangunan Keraton Banjar itu diungkapkan Ketua Lembaga Adat dan Kekerabatan Kesultanan Banjar (LAKKB) Ir H Gt Khairul Saleh MM, Sabtu (24/7/2010) di Hotel Arum, Banjarmasin.  “Lokasi pembangunan Keraton Banjar di Telok Selong,” demikian diucapkan Khairul Saleh. Bupati Banjar ini juga menyebutkan, dia sudah menyiapkan lahan seluas 2 hektar sebagai areal pembangunan Keraton Banjar. Terkait dengan pembangunan Keraton Banjar, berdasarkan Permendagri Nomor 39 Tahun 2007 tentang pedoman fasilitasi organisasi kemasyarakatan bidang kebudayaan, keratin dan lembaga adat dalam pelestarian dan pengembangan budaya daerah, memuat pernyataan bahwa pembangunan keraton, lembaga adat, bisa didanai oleh pemerintah melalui APBD.[8]


BAB III
PENUTUP

KESIMPULAN
·                 Kerajaan diartikan sebagai bentuk pemerintahan yang dikepalai oleh raja.
·                 Kerajaan Banjar adalah kerajaan terakhir yang pernah ada di daerah Kalimantan Selatan.
·                 Kerajaan Banjar berkembang pesat sampai abad ke-19, merupakan kerajaan Islam merdeka dengan nation baru bangsa Banjar sebagai warganegara dari sebuah kerajaan (1859-1915) maka bangsa Banjar sebagai warganegara dari sebuah kerajaan merdeka juga ikut lenyap , dan turun derajatnya menjadi bangsa jajahan dan kemudian dikenal sebagai Urang Banjar atau Orang Banjar.
·                 Kerajaan Banjar memulai dan kemudian kembali memiliki tradisi bahwa raja diganti oleh puteranya.
·                 Sejak perang Banjar melawan colonial pada tahun 1857, kerajaan Banjar dibumihanguskan oleh Belanda.
·                 Saat ini hanya tersisa gelar saja untuk para keturunan raja-raja tanpa tersisa kekuasaan di pemerintahan
·                 Penobatan Raja Muda Kesultanan Banjar dan gelar Pangeran dianugerahkan tokoh adat dan juriat kesultanan Banjar kepada Khairul Saleh diharapkan sebagai titik baru untuk membangun kekerabatan kesultanan sekaligus membangkitkan budaya yang nyaris hilang
·                 struktur kesultanan yang terbentuk diharapkan lebih memperkuat tekad dan komitmen memelihara kebudayaan sekaligus menjadikan budaya sebagai jati diri dan kepribadian sebagai masyarakat Banjar


DAFTAR PUSTAKA

·            Nirmala, Andini T.  Aditya A. Pratama. 2003.  Kamus Lengkap Bahasa Indonesia. Surabaya: Prima Media
·            Ras, JJ. 1968.  Hikayat Banjar a Study in Malay Histoeiography. The Hague: Martinus Nijhoff
·            Usman, A. Gazali. 1989. Urang Banjar Dalam Sejarah. Banjarmasin: Lambung Mangkurat University Press
·            http://id.wikipedia.org/wiki/Kerajaan
·            http://kerajaanbanjar.wordpress.com/2007/04/06/sistem-politik-dan-pemerintahan-kerajaan-banjar/
·            http://kesultananbanjar.com/index.php?option=com_content&view=article&id=80:penobatan-raja-muda-kesultanan-banjar&catid=38:berita-lakkb

[1] Andini T. Nirmala dan Aditya A. Pratama. Kamus Lengkap Bahasa Indonesia (Surabaya: Prima Media, 2003) hal. 338.
[3] JJ. Ras, Hikayat Banjar a Study in Malay Histoeiography, Martinus Nijhoff, The Hague, 1968, hal. 191.
[4] A. Gazali Usman, Urang Banjar Dalam Sejarah, Lambung Mangkurat University Press, Banjarmasin, 1989. Hal. 35.
[5] A. Gazali Usman, ibid. hal.3.